Pengertian Manajemen SDM
Secara Makro
Manajemen Sumber
Daya Manusia merupakan keseluruhan potensi tenaga kerja yang terdapat di dalam
suatu negara/daerah sehingga dapat menggambarkan jumlah angkatn kerja dari
suatu negara/daerah
Secara Mikro
Manajemen Sumber
Daya Manusia merupakan segolongan masyarakat yang memenuhi kebutuhan hidunya
dengan bekerja pada suatu unit kerja/organisasi tertentu baik pemerintah maupun
swasta.
Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia menurut Beberapa Ahli
·
Edwin B. Flippo
“Personnel Management is the planning, organizing,
directing, and controlling of the procurement, development, compensation,
integration, maintenance, and separation of human resources to the end that
indivedual, organizational and societal objectives are accomplised”.
→ Manajemen Sumber Daya
Manusia merupakan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan
dari pada pengadaan, pengembangan, pemberian balas jasa, pengintegrasian,
pemeliharaan dan pemisahaan sumber daya manusia ke suatu titik akhir dimana
tujuan-tujuan perorangan, organisasi dan masyarakat terpenuhi.
•
Andrew F. Sikula
“Personnel
Management is the recruitment, selection, placement, indoctrination, training
and development of human resources by and within an enterprise”.
→Manajemen Sumber Daya Manusia adalah proses
penarikan, penyeleksian, penempatan, indoktrinasi, pelatihan dan pengembangan
sumber daya manusia oleh dan di dalam suatu perusahaan.
•
Wayne F. Cascio/Elias M. Awad
“Human
Resources management is the attraction, selection, retention, development and
utilization of human resources in order to achieve both individual and
organizational objectives”.
→Manajemen
Sumber Daya Manusia adalah penarikan, seleksi, penerimaan, pengembangan dan
pemanfaatan sumber daya manusia dalam rangka pencapaian tujuan baik individu
maupun organisasi
Fungsi-fungsi pokok MSDM=Fungsi Manajemen :
•
Fungsi
Perencanaan → Melaksanakan tugas dalam perencanaan kebutuhan, pengadaan,
pengembangan dan pemeliharaan SDM.
•
Fungsi
Pengorganisasian → Menyusun suatu organisasi dengan mendisain struktur dan
hubungan antara tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh tenaga kerja
dipersiapkan.
•
Fungsi
Pengarahan → Menberikan dorongan untuk menciptakan kemauan kerja yang
dilaksanakan secara efektif dan efisien
•
Fungsi Pengendalian → Melakukan pengukuran-pengukuran
antara kegiatan yang dilakukan dengan standard-standard yang telah ditetapkan
khususnya di bidang tenaga kerja.
Fungsi-fungsi Operasional Manajemen Sumber Daya Manusia
- Pengadaan
(Procurement)
- Pengembangan
(Development)
- Pemeliharaan
(Maintenance)
Pengadaan SDM, dilakukan dengan tujuan untuk
menentukan dan memenuhi kebutuhan akan sumber daya manusia, baik secara
kuantitatif maupun kualitatif. Di dalamnya meliputi :
a.
Perencanaan Sumber Daya Manusia → penentuan kebutuhan
tenaga kerja baik secara kuantitatif maupun kualitatif.
- b.
Penarikan/perekrutan calon tenaga kerja (recruitment)→ menarik
sebanyak mungkin calon-calon tenaga kerja yang memenuhi persyaratan yang
dibutuhkan dari sumber-sumber tenaga kerja yang tersedia.
- c. Selesi (selection)
→ merupakan proses pemilihan tenaga kerja dari sejumlah calon tenaga kerja
yang dikumpulkan melalui proses recruitment.
- d. Penempatan
(placement) → penempatan tenaga kerja yang terpilih pada jabatan yang
ditentukan.
- e. Pembekalan
(orientation) → dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada tenaga kerja
terpilih tentang deskripsi jabatan, kondisi kerja, dan peraturan
organisasi.
Pengembangan (Development), bertujuan untuk
meningkatkan dan mengembangkan kemampuan SDM yang telah dimiliki, sehingga
tidak akan tertinggal oleh perkembangan organisasi serta ilmu pengetahuan dan
teknologi.
a.
Pelatihan dan Pengembangan (Training and
Development).
b.
Pengembangan Karir (Career Development).
Pemeliharaan (maintenance), bertujuan untuk
memelihara keutuhan sumber daya manusia yang dimiliki. Wujudnya berupa rasa
betah dan mempunyai kemauan untuk bekerja dengan sebaik-baiknya pada
organisasi.
a.
Kompensasi Jabatan (job compensation) → usaha
pemberian balas jasa atas prestasi yang
telah diberikan oleh tenaga kerja.
b.
Integrasi (integration) → menciptakan kondisi integrasi atau persamaan kepentingan antar tenaga kerja dengan organisasi yang menyangkut masalah motivasi, kepemimpinan, komunikasi,
konflik dan konselling.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar