Nilai-nilai asli Indonesia terbukti mampu mengakomodir
semua kepentingan kelompok menjadi perpaduan yang serasi dan harmonis. Nilai-nilai
tersebut merupakan kearifan lokal yang dapat membawa Indonesia ke puncak
kejayaan, diantaranya semangat gotong royong, tolong menolong, kemajemukan, dan
budi pekerti.
Gotong royong merupakan kearifan lokal bangsa Indonesia
sejak nenek moyang kita. Sebagai contoh, apabila di suatu masyarakat di daerah
pegunungan merasa adanya kerawanan tanah longsor atau banjir, maka seluruh
warga akan bekerja bersama-sama mengerjakan pekerjaan terasering untuk
menghindari bencana tersebut tanpa mengharapkan upah atau imbalan, namu
semata-mata agar tidak ada warga yang menjadi korban bencana alam.
Semangat tolong menolong ditunjukan ketika salah satu
warga yang memiliki hajat, entah itu perkawinan atau pindah rumah, maka seluruh
warga tanpa diperintah akan menyukseskan hajat tersebut. Jiwa kemajemukan
sangat dihadapkan pada pekerjaan bersama, tak seorang pun warga yang memandang
latar belakang suku, agama, ras atau golongan. Mereka melebur diri untuk kepentingan
bersama dan memelihara keharmonisan umum.
Sedangkan budi pekerti merupakan ajarana hidup yang
diturunkan oleh nenek moyang bangsa Indonesia agar selalu menghormati dan
menghargai orang lain, serta memperlakukan orang lain seperti memperlakukan
diri sendiri. Menghindari sikap sombong, angkuh atau pun sikap yang lain yang
dapat menimbulkan perselisihan. Peajaran budi pekerti yang dulu kenaikan kelas
mensyaraktkan nilai pelajaran Pendidikan Moral Pancasila diatas 7, saat ini
tidak demikian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar