Sifat dan karakteristik perang telah bergeser seiring
dengan perkembangan teknologi. Kemungkinan terjadinya perang konvensioanal
antar dua negara dewasa ini semakin kecil. Namun, adanya tuntunan kepentingan
kelompok telah menciptakan perang perang jenis baru, diantaranya perang asimetris,
perang hibrida dan pernang proxy.
Perang Asimetris adalah perang antara belligerent atau pihak-pihak berperang
yang kekuatan militernya sangat berbeda. Akibat adanya perbedaan besar dalam
kekuatan militer itu, pihak yang lemah tentu tidak akan secara konvensional dan
terang-terangan melakukan perlawanan kepada pihak lawannya, namun menggunakan Teknik-teknik
baru yang diluar kebiasaan dan aturan yang berlaku untuk melemahkan kekuatan
lawan. Setelah satu cara yang dilakukan melalui reknik grilya.
Perang hibrida atau kombinasi merupakan perang yang
menggabungkan teknik perang konvensioanl, perang asimetris dan perang informasi
untuk mendapatkan kemenangan atas pihak lawan. Pada saat kondisi kuat, maka perang
konvensional dilakukan untuk mengalahkan
pihak lawa, maka berbagai cara lain dilakukan untuk melemahkan pihak
musuh. Berbagai cara tersebut dapat berupa penyebaran informasi yang menjatuhkan
citra dan kewibawaan musuh, menyelanggarakan back campaign terhadap musuh, atau penyusupan ke dalam pihak lawan yang kesemauannya bertujuan akhir
untuk menghancurkan kekuaan musuh.
Sedangkan perang proxy atau proxy war adalah sebuah konfrontasi antara dua kekuatan besar
dengan menggunkan pemain pengganti untuk menghindari konfrontasi secara
langsung dengan alas an untuk mengurangi resiko konflik langsung yang beresiko
pada kehancuram fatal. Biasnya pihak ketiga yang bertindak sebagai pemain pengganti
adalah negara kecil, namun kadang juga bisa actor non negara (non state actor) yang dapat berupa LSM, ormas, kelompok
masyarakat atau perorangan, singkatnya proxy
war merukan kepanjang tangan dari suatu negara yang berupaya mendapatkan kepentingan
strategis namun menghindari keterlibatan langsung suatu perang yang mahal dan
berdarah.
Melalui proxy war ini dapat dikenal dengan jelas siapa kawan
dan siapa lawan karena musuh mengendalikan non
state actor dari jauh. Negara musuh akan membiayai semu kebutuhan yang diperlakukansegala
sesuatu yang diinginkan penyandang dana uutuk memecah belah kekuatan negara
yang menjadi sarannya. Bagaiman dengan Indonesia saat ini ?
Sumber : Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
Sumber : Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar